Selamat menunaikan Ibadah Puasa 1429H...




    Andai Jemari Tak Kuasa Berjabat..
    Setidaknya Kata masih dapat Terungkap..
    Menyambut Ramadhan Penuh Rahmat..

    Tulus Hati Memohon Maaf..


    Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh
    Jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung
    Jika hati seindah bulan hiasilah dengan iman, kini ramadhan akan tiba..

    semoga bulan ini penuh BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
    mari kita PREMIUM (
    Pre Makan dan Minum)
    serta SOLAR (
    Sholat Lebih Rajin ), dan
    MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
    serta PERTAMAX (
    Perangi Tabiat Maksiat)

    Mohon Maaf Lahir & Batin

    Silakan Download Jadwal Imsakiyah 1429H :

    1. Batam
    2. Kota-kota Lain


    Go To Belakang Padang Island


    Sebenarnya dari awal memang sudah berencana mau 17an di Belakang Padang tapi untuk bulan ini pengeluaran melebihi pendapatan,yaa setelah kumpul-kumpul 'doku' mesti ketinggalan Pesta Kembang Api dan Konser Live KDI (cieee..) di Belakang Padang, tetap saja kami ngotot pergi ke sana juga, sebenarnya mau pergi tanggal 16 Agustus sore karena ada suasana yang beda 17an di sana tapi tugas dari kantor yang menyebalkan harus aku lakukan,Yups...menginput RKA 30Milyar Lebih! Sendiri pula...Ugh...

    Akhirnya 17 Agustus sore juga kami nyampe di sana, Wuiihhh....Seperti tahun-tahun sebelumnya orang-orang tumpah ruah.


















    Nahh... ini dia tempat dan waktu yang aku tunggu-tunggu, Wisata Kuliner.....Ex: Prata, Es Gunung, Roti Qirai dan bermacam-macam makanan yang tidak dapat kutemui di Batam.

    Oh..ya ada makanan baru yang kujumpai, makan pisang goreng dicolek dengan sambal cabe kering/keriting, awalnya agak asing di lidah tapi lama kelamaan, hmm enak juga. Setiap aku ke BLP, serasa pulang kampung, suasana, makanan sampai masyarakat tempatan mengingatkan aku pada Dabo Singkep (My Lovely Village).

    Selain makanan, tentunya ada pertandingan-pertandingan yang menggambarkan semangat persatuan; Panjat Pinang, Dragon Boat, Tangkap Itik, Tepuk Bantal yang semuanya dilakukan di tepi pantai.
















































    Yang Berbeda dengan tempat lain adalah tidak ada hadiah yang digantung di atas, hanya menancapkan bendera merah putih di ujung tiang tertinggi.


    Sayangnya camera digital Nikon 4100-ku tak bersahabat, setiap tombol on aktif, lensanya nge-zoom sendiri sampai batas maksimal. Hanya beberapa foto yang dapat diambil.


    Thanks for BLP yang sudah buat aku sedikit refreshing setelah menghadap hari-hari yang melelahkan.

    Tidak salah kalau mendapatkan Julukan Pulau Penawar Rindu, aku selalu merindukan Naik Becak, Bout Pancung dan Wisata Kulinernya.


     

    About Me

    My Photo
    Hendro
    Bukan Penulis... Bukan Novelis... Hanya Ingin Berbagi...
    View my complete profile
    There was an error in this gadget

    Followers

    HENDRO Says Thanks for coming and Email Me